Selasa, 08 Juni 2010

TIPS MEUMBUHKAN EMPATI ANAK

Tips Menumbuhkan Empati pada Anak

1. Berikan teladan. Anak adalah duplikasi dari orangtuanya. Jika orangtua berbuat baik, maka anak biasanya juga akan berbuat baik. Tunjukkan kepedulian kita terhadap orang-orang yang tak mampu. Komitmen kita yang kuat dalam membantu meringankan beban penderitaan orang lain, insya Allah dapat menular kepada anak-anak.

2. Jangan batasi pergaulan anak. Sering kali teman yang kesusahan menjadi jembatan yang dapat membukakan mata terhadap hal-hal yang kurang dipedulikan. Barangkali kita menganggap kemiskinan itu berada di luar "dunia" kita.

Tak jarang kita tak mengetahui kemiskinan yang sebenarnya sebelum kita melihat teman kita sendiri mengalaminya. Biarkan anak kita berteman dengan siapa saja. Jangan batasi pergaulannya agar ia dapat mengenal temannya dari semua kalangan.

3. Doronglah anak untuk menunjukkan empatinya kepada orang lain. Memberikan uang pada pengemis atau pengamen adalah salah satu cara agar anak bisa berempati kepada orang lain.

4. Jika memungkinkan, ajaklah anak melihat sendiri atau mengalami kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan yang biasa ia jalani. Ajaklah anak kita untuk mengunjungi tempat di mana banyak orang susah yang berkumpul di sana. Dengan itu, mereka akan melihat ada sisi lain dari kehidupan manusia.

Kita pun dapat memberi pemahaman kepada mereka dengan menjelaskan mengapa ada gelandangan yang mengais-ngais sampah, atau makan makanan yang telah dibuang ke tempat sampah, dan sebagainya. [RoL]

Bilik @ KotaSantri.com


KotaSantri.com
http://arsip.kotasantri.com

URL:
http://arsip.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&sid=982

3 komentar:

  1. Berprinsiplah bahwa anak adalah amanat dari Allah SWT dan akan dimintai pertanggungjawabanya,maka darisitu akan tumbuh kesadaran,keikhlasan dan tanggungjawab kita untuk menddiknya sesuai syariat islam

    BalasHapus
  2. mang te dah punya anak brp te??????? kok ga knlin c ma ade moe ini heeeeeeeee, juzt guyon!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  3. tar tak cb lo dah punya anak mba,ben anake nurut.
    hahahhh...

    BalasHapus