Syarat Pribadi Guru Pembimbing
Petugas bimbingan sebagai pribadi harus mampu menampilkan jatidirinya secara utuh, tepat, dan berarti serta membangun hubungan antarpribadi (interpersonal) yang unik dan harmonis, dinamis, persuasif dan kreatif sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan bimbingan dan konseling. Corey (1986: 358-361), menyatakan "alat yang paling penting untuk dipakai dalam pekerjaan seorang petugas bimbingan adalah dirinya sendiri sebagai pribadi (ourself as a person). Pada bagian lain dari tulisannya itu, ia tidak ragu-ragu mengatakan bahwa "...para konselor hendaknya mengalami sebagai klien pada suatu saat, karena pengenalan terhadap diri sendiri bisa menaikkan tingkat kesadaran (self-awareness).
Apabila petugas bimbingan hanya menjadi reflektor perasaan, pengamat netral yang membuat penafsiran atau sebagai pribadi yang bersembunyi dibalik keamanan dari peran yang dimainkannya, ia tidak mungkin mengharapkan klien untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Ia harus bertindak dan sekaligus sebagai model bagi kliennya. Ia menampilkan dirinya apa adanya, terbuka, dan terlibat dalam penyingkapan diri yang layak dan fasilitatif sehingga dapat mendorong klien menyatukan sifat-sifat yang sama ke dalam dirinya.
Lebih jauh Corey (1991) menyatakan kalau petugas bimbingan hanya bertumpu pada keterampilan profesional dan meninggalkan diri pribadinya, maka kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling akan menjadi mandul, sedangkan Tyler (1969) menekankan bahwa kompetensi intelektual, stabilitas emosi, sikap menerima dan mengerti merupakan ciri-ciri yang harus ada pada petugas bimbingan. George & Christiani dalam Yusuf (1995: 108), mengemukakan ciri-ciri petugas bimbingan yang efektif, yakni: (1) membuka diri dan menerima pengalaman sendiri; (2) menyadari akan nilai dan pendapatnya sendiri; (3) dapat membina hubungan yang hangat dan mendalam dengan orang lain; (4) bisa membiarkan diri sendiri dilihat orang lain sebagaimana adanya; (5) menerima tanggung jawab pribadi dari perilakunya sendiri; dan (6) mengembangkan tingkat aspirasi yang realistik.
Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang petugas bimbingan dalam interrelasinya dengan siswa haruslah "menghadirkan" dirinya sebagai pribadi dan menyenangi pekerjaannya. Ia berfungsi sebagai instrumen katalisator dan agen-agen pembangkit kesadaran serta pertumbuhan klien.
Rabu, 23 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
moso c te, lah aku dah memenuhi syarat yum??????????????
BalasHapusheheh..mba rin kaya dokter cinta wae..
BalasHapushehehehhh... ^o^